Menerima Yesus di Tengah Kehidupan Kita
Mungkin kita berpikir, "Ah, itu hanya orang biasa." Kadang, kita
terlalu mengenal seseorang sehingga kita meremehkan potensi dan kebaikannya.
Begitu juga yang terjadi pada orang-orang di Nazaret ketika Yesus kembali ke
kampung halaman-Nya.
Dalam Injil hari ini, kita membaca bagaimana mereka merasa heran dengan
ajaran dan mukjizat yang dilakukan oleh Yesus, namun mereka tidak bisa
menerima-Nya sebagai Mesias. Mereka hanya melihat-Nya sebagai anak tukang kayu,
yang tumbuh di tengah-tengah mereka. Meskipun Yesus melakukan banyak mujizat,
mereka tidak bisa mengesampingkan persepsi lama mereka tentang Dia.
Bacaan ini mengingatkan kita bahwa seringkali kita terjebak dalam cara
pandang kita yang terbatas. Kita bisa saja meremehkan orang-orang di sekitar kita
karena mereka sudah terlalu kita kenal, atau karena kita terjebak dengan
kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam Yesus, kita diajak untuk
membuka hati dan melihat lebih dalam. Ajaran-Nya mengingatkan kita untuk tidak
membatasi kuasa Tuhan hanya berdasarkan apa yang kita ketahui sebelumnya. Yesus
datang untuk mengubah kehidupan kita dan memberi kita kekuatan untuk menghadapi
tantangan.
Di tengah kesibukan dan rutinitas kita, marilah kita belajar untuk tidak
meremehkan pekerjaan Tuhan yang kecil namun penuh kuasa. Dalam setiap orang
yang kita temui, dalam setiap peristiwa kehidupan, Tuhan hadir untuk
mengajarkan kita tentang kasih, pengampunan, dan keajaiban-Nya. Sebagai siswa,
kita dapat menerapkan sikap terbuka ini dengan menghargai setiap kesempatan
yang diberikan Tuhan, dan tidak terburu-buru menilai atau meremehkan orang lain
hanya berdasarkan apa yang terlihat di luar. Semoga demikian.
Doa:
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas kasih dan ajaran-Mu yang menguatkan iman kami.
Bukalah hati kami agar dapat melihat
kebaikan dan kuasa-Mu dalam setiap aspek kehidupan kami. Bantulah kami untuk
tidak terburu-buru menilai dan meremehkan orang lain, tetapi untuk selalu
belajar menghargai kehadiran-Mu yang nyata di balik segala sesuatu. Sebab
Engkaulah Tuhan kami yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang segala masa.
Amin.




